tehfira.my.id

Kehilangan I Bagian dua


Tak berfikir lama lagi, ia langsung saja keluar dari kamar menuju dapur menghampri uminya yang sudah hampir renta itu.

‘’Mi, masak apa?, sekarang kita makan sama apa ?”

”Umi cuman masak sayur kangkung sama ikan asin plus sambel nak, makan seadanya yah”

Tutur umi sambil menyunggingkan senyum kepada anak bungsunya.

Enggak apa-apa kok mi, aku udah bisa makan bareng umi aja udah seneng banget biasanya kan aku makan sendirian kalau pun enggak bareng temen-temen disana”

Dapur reod membersamai mereka berdua menikmati hidangan di siang itu, tak ada meja makan ataupun kursinya hanya duduk di lesehan beralas tikar yang lusuh. Kemesraan seorang anak perempuan dengan ibunya memang tak akan ada yang menandingi, tautan cinta mereka hampir tak ada yang bisa menyaingi, ikatan batin yang sudah di mulai sejak zaman alam rahim dan sampai akhir masa itu memang efek dari kemaha rahman dan rahim Nya Alloh swt.

“aku bersyukur ya Alloh, masih di berikankesempatan menatap sosok bidadari dunia yang tidak ada duanya ini, kasih sayang nya adalah keajaiban yang tak tertandingi, darahnya mengalir didalam tubuhku seiring dengan cinta nya yang terus mengalir, ia rela menaruhkan jiwa dan raganya untuk kehidupan ku, tinggal bagaimana aku bisa membahagiakan nya, karen akalaupun aku ingin membalas semua jasanya itu adalah hal yang sangat tidak mungkin”.

beberapa Kalimat yang serta merta mengalir pada lubuk hatinya

Kenapa nak, matamu berkaca-kaca?”

Aku bangun dari mata yang terisi lamunan beberapa menit itu, benar saja mataku terasa hangat dan seketika jatuh air dari sudut kelopak nya menelusuri pipi hingga jatuh ke kain yang tengah aku kenakan.

“Ah, umi… aku mencintaimu!”. Gumam ku dalam hati

“Enngak ko mi, mungkin ra kepedesan sama sambel nya, tapi luar biasa sambel umi itu bikin ketagihan, gak ada bandingannya, heheheh”

Mendengar itu, umi tersenyum lebar, tapi ada sesuatu yang menetes dari pipinya, ah air mata juga.

“Umi kenapa?” tanyaku sambil menatap wajah teduh itu.

Umi sangat sayang kamu nak, maafin umi gak bisa bahagian kamu seperti orang lain. Umi belum bisa beliin ini dan itu yang kamu mau”.

Air matanya tak bisa di bendung lagi mendengar penuturan umi, merasa diri yang lebih pantas untuk menuturkan kata-kata itu.Ia yang sebenarnya belum bisa bahagiakan beliau, membuat beliau bisa tersenyum lega, ah dalam sekali luka hatinya ini yang belum bisa berbuat apa-apa untuk mengukir bahagia padanya yang ada Ia semakin teringat dengan masa-masa yang lampau yang dilalui bersama beliau, sangat indah dengan segala kemanjaan dan keluguannya. Tak jarang ia membuat air mata uminya jatuh di buat karena nya.

Ah sosok bidadari dunia yang tiada tandingannya. Tak heran jika surga ada di bwah telapak kakinya.

#ODOPBATCH7
#KMPBATCH2
#bersambung

Related Posts

There is no other posts in this category.

Posting Komentar