Rindu

Sebuah perasaan yang kerap kali muncul karena mendambakan sesuatu atau objek. Misalnya ingin memandang, menggenggam, atau mendengar. Yang di jadikan objek tidak melulu tentang seseorang, tapi tentang benda, waktu, tempat, keadaan atau sebuah pengalaman.

Katanya rindu itu menyakitkan, iya betul sekali. Jika sang rindu tidak segera disampaikan atau dipuaskan. Misalnya kita ambil salah satu contoh yang sangat familiar yaitu “Merindui seorang yang di cintai” setelah sekian lama tak bisa bertemu, atau bertegur sapa dengan nya, ada semacam rasa yang menginginkan untuk segera bertemu menatap wajahnya, mendengar suaranya, dan menyambut sapaan nya. Jika hal itu tidak segera terlaksana, sesak yang akan di rasa oleh dada… ( asa terlalu melow ini teh)  ups!

Begitulah keadaan rindu, tapi jangan sekali-kali mengartikan rindu dengan pengertian yang terlalu sempit, karena banyak makna yang lebih luas tentang kata itu. Kata rindu bisa menjadi pemicu kita meraih surga juga lhoo. Bukan malah menjadikan kita terjerumus ke dalam neraka.
Kita kasih label dengan rindu surga.

Hakikatnya, rindu itu adalah fitrah, tergantung bagaimana kita mengalokasikan nya mau merindui apa dan bagai mana cara menanggulanginya. Rindu seperti apa yang di beri label syurga? Merindukan kebaikan contoh secara umumnya. Adapun secara spesifik nya kita coba jabarkan ya

1.Rindu pada sang pencipta

Adalah perasaan rindu yang paling agung karena puncaknya rindu kita sebagai makhluk adalah merindui khaliqnya. Ini tak hanya berarti kita ingin bertemu dengan-Nya saja tapi lebih dari itu, efek yang bisa kita dapatkan dari rindu ini adalah sangat memungkinkan kita bisa lebih dekat dengan Sang Maha Pencipta dengan cara mengerjakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan Nya.

2.Rindu kepada Nabi dan Rasul

Setelah kita mampu menanamkan rindu kepada sang Maha Pencipta, Insya Allah kita juga bakal merasakan rindu kepada Nabi atau Rasul Nya. Sebetulnya, jumlah Nabi dan Rasul itu sangat banyak, namun yang wajib kita ketahui hanya berjumlah 25 Nabi dan Rasul saja. Dan yang sangat sangat spesifik lagi Nabi kita adalah Nabi Muhammad S.A.W karena kita ini sebagai umat beliau. Pengaplikasian dari merindui Beliau adalah dengan cara kita selalu berusaha meneladani akhlak-akhlak Beliau Yang Mulia. Karena berdasarkan hadis Beliau pun bersabda “Sesungguhnya aku di utus ke muka bumi ini adalah untuk menyempurnakan akhlak yang mulia”.

3.Rindu kepada kedua Orang Tua

Orang Tua kita adalah sesosok orang yang sangat penting dalam kehidupan kita, sangat patut kita syukuri dengan keberadaan Orang Tua kita yang masih sehat wal ‘afiat di muka bumi ini. Sehingga kita masih memiliki kesempatan penuh untuk bisa membahagiakan mereka. Adapun bagi Orang Tuanya yang sudah tiada, bukan tak mungkin hampir setiap waktu selalu merasakan rindu kepada mereka bahkan mungkin juga di barengi rasa sesal karena tak puas untuk melampiaskan kerinduannya kepada mereka dan hanya bisa di salurkan lewat doa-doanya saja. Baik yang masih ada atau pun sudah tiada, rindu kepada Orang Tua pastinya selalu di rasa. Dan itu sangat mencerminkan anak yang punya kesempatan untuk jauh dari kata anak durhaka.

Itulah, yang bisa saya bahas kali ini tentang kata rindu, sebenarnya masih banyak deskripsi yang bisa di jabarkan mengenai kata ini, insya Allah esok atau lusa kita perbincangkan lagi.

Salam rindu…
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url



Beri Dukungan

Nih buat jajan