Wanita

Wanita adalah makhluk yang istimewa, yang sengaja di ciptakan Alloh SWT untuk melengkapi keberadaan laki-laki. Seperti hal nya segala sesuatu yang membutuhkan pasangan untuk tetap bisa di akui keberadaannya, contoh siang berpasangan dengan malam, panjang dengan pendek, hitam dengan putih, bai dengan jelek, jauh dengan dekat, dan banyak lagi contoh yang lainnya. Begitupun dengan laki-laki yang di genapi dengan adanya wanita.

memang, wanita di ciptakan setelah terciptanya makhluk bernama laki-laki. Mungkin hal itu yang menjadi penyebab wanita “di pandang sebelah mata” apalagi sebelum adanya istilah emansipasi. Wanita yang terkesan sebagai makhluk yang di nomor duakan setelah laki-laki menyebabkan kebebasan sosok wanita seakan terengut. Bagaimana mungkin tidak merasa terengut kebebasannya, sedangkan dalam stuktur kepengurusan keluarga pun wanita tak di jadikan seorang imam, yang menjadi imam dalam keluarga adalah laki-laki.

Selain itu, yang namanya wanita dalam hukum islam pelaturannya sangat ketat sekali, yang paling nikmat untuk di jadikan bahasan adalah mengenai aurat nya yang hampir beberapa kali lipat auratnya laki-laki.
 Kalau aurtanya laki-laki, hanya dari daerah lutut sampai perut baik dalam keadaan sedag shalat ataupun di luar shalat. Sedangkan seorang wanita muslim, aurat nya seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan. Kondisi itu dalam keadaan sedang shalat, sedangkan di luar shalat bnayak versi yang mengatakan aurat wanita adalah tetap seluruh tubuhnya, bahkan suara wanita pun termasuk aurat.

Aurat secara bahasa adlah rasa malu. Dan dalam masalah aurat ini, serasa wanita lah yang menjadi korban intimidasi, karena berbeda dengan laki-laki yang jauh lebih sedikit auratnya. Padahal ini hanya dari satu segi saja, tentang aurat. Belum lagi masalah-masalah yang lain yang memuat hukum sekaligus seperti membuat perbedaan yang signifikan antara wanita dengan laki-laki.

Tapi, tenang saja. Tak usah khawatir ada ketidak adilan yang di sebabkan karena adanya perbedaa antara laki-laki dengan wanita. Karena ketidak adilan tak selalu bersumber dari  adanya perbedaan.
Itu sama saja dengan berkomentar sebagai tanda kurang nya iman. Naudzubillahi min dzalik.

Sebagai seorang wanita muslim, tak perlu lah memunculkan kesana tak dapat keadilah tentan gender yang ia sandang. Semuanya sudah di atur oleh yang maha adil, tak da yang perlu di khawatirkan. Bahkan kalau kita lihat dengan pengetahuan dan ilmu yang sangat luas tentu kita akan memahami betapa banyak sekali keutamaan yang di berikan Alloh terhadap makhluk nya yang bernama wanita.


Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url



Beri Dukungan

Nih buat jajan