tehfira.my.id

Pesan Untukku di Masa Depan

Unsplash by Marten Bjork

Waktu menunjukkan jam satu malam ketika saya mulai menulis pesan ini. Ngomongin masa depan, sehari setelah hari ini juga masa depan, bukan? Kalau iya, pesan Untukku buat masa depan (hari esok) akan ku tulis seperti ini:

Pertama, tolong bangun sebelum subuh, karena ada dua rakaat yang sangat berharga ketimbang dunia dan isinya. Sangat-sangat rugi kalau dilewatkan hanya karena belum bangun tidur. Ohiya, solat itu lebih baik dari pada tidur.

Kedua, semoga aku bisa bangun dengan badan tegap dan sehat. Siap menantang masa depan yang penuh tantangan itu dengan semangat penuh gairah. Yaaaa....walaupun sulit pastinya terbangun dengan perasaan segar setelah malamnya begadang. Namun, berharap dan berpesan sah-sah saja yakan.

Pastinya masa depan itu bukan melulu soal hari esok. Karena kalau iya, esok aja, mungkin banyak orang yang terlalu bersemangat dan terlalu berputus asa. Kenapa? Karena proses menggapai kesuksesan di masa depan itu pastinya nggak instan.

Pesan Untukku di Masa Depan

Kali ini akan coba ku tulis pesan Untukku beberapa waktu mendatang.

Sebulan ke Depan

Hey, apakah ada tabungan yang bisa disimpan bulan ini? Kalau belum, tetap semangat dan cobalah terus sampai mendapatkan tabungan yang ideal. Tidak mengapa keuangan keluarga selalu habis di satu bulan saja, asalkan keluarga selalu bersama dalam ikatan sehat dan berkah.

Banyak-banyaklah melakukan aktivitas bersama dengan anak dan suami. Kerjaan mah nggak akan pernah ada habisnya. Sama kayak kebutuhan hidup. Terus aja bertambah.

Jadi, lakukan hal-hal yang bis membuat keluarga menjadi berbahagia. Kuncinya? Perbanyak bersyukur dan bersabar. 

Setahun ke Depan

Pesan Untukku setahun ke depan, coba buka lagi foto-foto atau dokumentasi kegiatan yang dilakukan selama setahun ke belakang?

Lebih banyak kegiatan yang manakah, baik dan menyenangkan, atau tidak baik dan sangat menjadi beban

Seharusnya sih banyak yang baik dan menyenangkan ketimbang yang tidak baik dan menjadi beban, ya. Kalau pas evaluasi nanti kenyataan justru sebaliknya, tetaplah waras, ya. Harus selalu semangat.

Tinggal sabar dan syukur mengelola kembali kegiatan agar lebih banyak yang baik dan membahagiakannya.

Di Masa Depan yang Lain

Materi lain yang ingin dicapai beberapa tahun ke depan: rumah lunas tanpa gangguan, bisa beli mobil dan ajak orang tua jalan-jalan ke tempat wisata. 

Itu aja sementara mah. Nggak mau muluk-muluk dulu pesan untuk aku di masa depannya.

Related Posts

There is no other posts in this category.

10 komentar

  1. Pesan awalnya sangat jleb, tolong bangun sebelum Subuh. Betul juga, besok juga masa depan ya kak. Karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi pula esok. Aamin semoga apapun targetnya di masa depan tercapai

    BalasHapus
  2. Iya, Kak. Bahkan satu jam kedepan pun adalah masa depan..
    Aamiin ya Allah ya robbal'alamiin 🤲

    BalasHapus
  3. Terima kasih kak . Seakan tertampar tulisan hehehe . Subuhnya masih sering kesiangan sebab hidup yang menyibukkan . Ternyata ada benarnya gak harus melulu materi tentang harapan baik dimasa depan . Bisa jadi ibadah yang lebih baik tujuan dimasa depan❣️🫠

    BalasHapus
  4. Wah pesannya mantap. Pengingat aku juga buat rajin bangun pagi hari. Bagus juga pesannya mba. Semua itu memang ngga bisa instan. Semangat buat kita

    BalasHapus
  5. Benar kak, kadang kita terlalu banyak berencana untuk puluhan tahun ke depan. tapi kita lupa bahwa besok juga termasuk masa depan, hal itu yang seharusnya lebih dulu direncanakan paling awal. padahal masa depan akan menjadi omong kosong jika hari esok saja tidak dipersiapkan. Mantap kak semangat👍🏻

    BalasHapus
  6. Pesan di openingnya luar biasa. Menjadi pengingat juga untuk pembaca seperti saya

    BalasHapus
  7. Berasa lagi dinasihati sama bayangan di cermin, Kak :')

    BalasHapus
  8. Setuju kak, semangat mengafirmasi diri sendiri ya.

    BalasHapus
  9. Entah mengapa pesan untuk masa depan versi Teh Fira nyampe ke relung hatiku sebagai petuah TT-TT

    BalasHapus
  10. Agak mustahil untuk sekarang manabung, karena belum kerja dan hanya kuliah, itu juga uang jajan dapat dari beasiswa yang pas²an.

    BalasHapus

Posting Komentar