tehfira.my.id

Milad FLP Sukabumi, Rapatkan Barisan di Tengah Pandemi untuk Literasi


Kurang dari enam bulan lalu, tepatnya 28 Februari 2021, FLP Kabupaten Sukabumi menggelar acara milad FLP ke-28. Rentetan acara digelar walaupun sedang pandemi. Mau tahu bagaimana kegiatan tersebut berlangsung? Yuk kita simak ulasannya

Sebagai salah satu organisasi kepenulisan terbesar di Indonesia, umur Forum Lingkar Pena  (FLP) sudah pasti tidak muda lagi. Sudah 24 Tahun lamanya organisasi tersebut berkecimpung di dunia literasi Indonesia. Semenjak kehadirannya 24 Tahun silam, kini FLP memiliki banyak cabang di seluruh dunia. Salah satunya berada di Sukabumi.

Milad FLP Sukabumi, Rapatkan Barisan di Tengah Pandemi untuk Literasi

Milad FLP (Pusat) sebetulnya jatuh pada tanggal 24 Februari, tanggal tersebut dipilih karena memiliki momentum penting untuk keberlangsungan organisasi dan literasi di Indonesia. Oh ya, mungkin kita sudah tidak asing dengan penulis novel seperti Habiburrahman El Shirazy, Sinta Yudisia, dan lain sebagainya. Beliau-beliau adalah para penulis yang tergabung dalam FLP.

Berbagai kegiatan berbentuk literasi pernah dilakukan. Salah satunya yang diadakan oleh FLP Cabang Kabupaten Sukabumi. Milad FLP Sukabumi sebagai wadah silaturahmi sekaligus pemantik kegiatan literasi khususnya di Kabupaten Sukabumi

Dalam agenda milad itu, terdapat beberapa kegiatan penting seperti :

Parade Puisi FLP Kabupaten Sukabumi

Konsep yang dilakukan adalah setiap peserta dipersilakan untuk membacakan puisi. Bebas! Boleh puisis siapapun. Lebih bagus jika membacakan puisi sendiri. Atau puisi bernafaskan FLP yang ditulis oleh para penulis FLP. Secara di FLP, para penulis diharapkan bisa membawa literasi dengan 3 pilar. Diantaranya adalah literasi, organisasi dan keislaman.


Selang-seling, selama acara berlangsung dari awal sampai akhir, peserta silih berganti membacakan puisi. Aku juga ikutan loh, kebetulan waktu itu ada pemantik. Jadi kalau ada yang mau baca puisi secara dadakan, langsung deh tuh dapet hadiah buku. Yasudah tanpa berpikir panjang, aku mengangkat jari, diikuti oleh beberapa peserta yang lain.

Lucunya adalah di saat yang sama, ternyata suami (di sudut lain) juga angkat tangan. Eh jadinya baca puisi berbarengan.hihi. Menurut aku sih ini pengalaman yang cukup berharga ya.

Lewat puisi, kita lebih leluasa melontarkan ekspresi. Misal puisi tentang kritik lingkungan, puas aja gitu si pembacanya marah-marah.  Atau puisi tentang cinta, puas aja gitu si pembacanya berseri-seri. Juga puisi yang sedih.

Menurut aku sih kegiatan seperti ini harusnya rutin dilakukan. Apalagi di tengah kondisi pandemi begini. Alih-alih diem di rumah untuk jaga diri, eh malah jadi nggak bisa nahan diri.

Bedah Buku a Thief in The Garden of Spring

Dalam Miliad FLP Sukabumi juga diadakan Bedah buku salah satu anggota. Bukunya Muhammad Iftikar yang berjudul a Thief in the Garden of Spring berhasil meluluhkan hati salah satu penerbit asal Singapura untuk mempublikasikannya.


Dalam sesi bedah buku itu, Muhammad Iftikar yang akrab disapa Ikal itu menjelaskan bahwa sebelum berhasil tembus mayor, beliau sudah mengirimkan naskah ke lebih dari 30 penerbit. Banyak penolakan sebelum akhirnya novel miliknya terbit di mayor.


Kang Ikal menurutku berhasil memotivasi para peserta kegiatan untuk terus menulis dan berusaha meskipun mengalami penolakan. Toh pada akhirnya memang betul. Setiap buku pasti akan menemukan pembacanya.

Kiat lain yang juga dibagikan Kang Ikal pada sesi bedah buku itu, bahwa menjadi penulis idealis memang tidak mudah. Selama kita masih memegang teguh prinsip yang kita anut, ya lanjutkan saja jangan takut. Rutin menulis juga perlu dilakukan. Sesibuk apapun waktu yang kita miliki, kita harus menyempatkan waktu tertentu untuk menulis.

Siraman Rohani oleh Ustadz Salman Al Farisi

Ohya... di awal dan di akhir acara, Milad FLP ini diisi dengan do’a dan narasi dakwah dari pembina FLP SUkabumi Ustadz Salman Alfarisi. Kita diajak untuk selalu berniat ibadah dalam segala bentuk keigatan kita. Sedikit-sedikit, niat kecil kita bisa berarti besar untuk kita nantinya.


Soal literasi, Ustadz Salman mengajak kita melihat para ulama dari dahulu sampai sekarang. Rata-rata merupakan seorang ulama yang juga seorang penulis. Banyak karya ulama yang dibukukan, lalu menjadi pedoman untuk umat ISlam. 

Ustad Salman mengajak para peserta untuk melanjutkan tradisi menulisnya para ulama. Mengkaji ilmu, menerapkan ilmu untuk menyelesaikan masalah yang terjadi di lingkungan kita. Duh. Pokoknya kalau bahas literasi Islam ini rasanya jadi semangat tapi minder. Kok aku belum bisa terus ya nulis kayak ulama gitu.

Tasyakur bini'mah Biar Berkah

Sebelum acara berakhir, semua peserta dan penyelenggara mengadakan do’a bersama. Khususnya untuk MIlad FLP Sukabumi, umumnya untuk hajat masing-masing setiap anggota. Selesai berdo’a acara dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng secara seremonial. Dan peserta pun makan bersama dalam balutan tasyakur bini’mah.


Meski sedang pandemi begini, selama masker digunakan, cuci tangan dan kebersihan dijaga. Aku pikir sih tidak ada salahnya berkumpul. Toh protokol kesehatan sudah dilakukan. Setiap peserta sebelumnya diwajibkan memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.


Aku bersyukur menjadi salah satu bagian dari acara itu, karena selain melestarikan literasi kita juga mendapatkan banyak masukan berupa ilmu. Duh, pengen lagi nih.... apalagi kalau sampai Blogspedia Batch 2 ini bikin acara di Sukabumi. Pasti ikutan da. Duduk paling depan deh. Hehehe


Silaturahmi antar Anggota FLP Kabupaten Sukabumi


Selama pandemi, kegiatan FLP uUkabumi, rata-rata dilakukan secara daring. Menggunakan sarana meeting online seperti Zoom atau Google Meeting. Aku suka dengan semangat para anggota FLP Sukabumi karena berhasil mengadakan acara tatap muka meski di tengah pandemi. Walaupun tidak begitu ramai, namun silaturrahmi antar anggota bisa tetap dilaksanakan. 

Oleh-oleh Milad FLP Kabupaten Sukabumiyang didapatkan diantaranya sebagai berikut : Sukabumi- Pembentukan FLP Ranting Kecamatan Cicurug, STAI Kharisma dan Jampang Surade- Rencana Pembentukan FLP untuk Ranting CIbadak- Pena itu Senjata

Related Posts

Posting Komentar